Sistem Pernafasan dan Alat Bernapas Manusia

by Sri Maya , at 8:55 PM , has 0 komentar
Sistem pernafasan dan alat bernapas manusia terdiri atas sejumlah bagian dan alat-alat ini yang menjadi bagian utama dari organ manusia. Tanpa alat bernafas makhluk manapun tidak bisa hidup, maka dengan ini diperlukan perawatan bagaimana supaya alat bernafas ini tidak sampai rusak, sebab akan berdampak buruk terhadap kesehatan manusia.

Manusia menghirup udala ke dalam pipa pernafasannya melalui hidung, kecuali apabila saluran-saluran  hidungnya tertutup, maka secara otomatis dia akan bernafas menggunakan mulut. Jadi, jalan masuknya udara ke dalam alat pernafasan itu ada dua; pertama, hidung dan yang kedua, mulut.

Udara dihirup ke bawah melalui pipa angin (trachea) masuk ke dalam dua buah pipa besar (pipa broncial) yang masing-masing masuk ke dalam paru-paru. Dalam setiap paru-paru, pipa-pipa (bronchi) bercabang-cabang dan beranting-ranting sampai bertambah kecil, hingga ke bronchiole yang membawa udara ke dalam tiap-tiap sel udara yang sangat kecil (alveolus) yang merupakan bagian pokok dari paru-paru.

Pada ujung atas pipa angin tersebut terdapat jarum atau kotak suara (larynx) yang berisi pita-pita suara dan di atasnya dilindungi oleh sebuah susunan katup getar yang penting yang dikenal dengan nama epiglottis. Alat ini biasanya menutup di atas pipa angin selama aktivitas organ meneguk dan menelan, hal ini secara otomatis untuk mencegah makanan atau cairan masuk ke dalam pipa angin yang dapat mengakibatkan "keselek" atau dengan kata lain masuk makanan ke dalam tenggorokan yang keliru, harusnya makanan ini malah udara, atau sebaliknya angin dihirup melalui jalur makan.

Dalam tulang dahi yang mengelilingi hidung terdapat apa yang dinamakan sinus paranasal. Ruangan-ruangan yang kosong ini, yang sejajar dengan selaput lendir biasanya berisi udara berhubungan dengan saluran-saluran hidung dengan lubang-lubang kecil.

Pada bagian lebih atas lagi, di belakang tenggorokan di atas langit-langit mulut (platum yang keras) dan di belakang hidung terdapat adenoid-adenoid, yaitu sebuah lendir yang keluar dari jaringan-jaringan getah bening yang lembut. Ini hanya dapat dilihat oleh dokter dengan menggunakan cahaya dan sebuah kaca istimewa, sesuatu yang sama dengan periskop kecil, si dokter dapat melihat di sekitar daerah tersebut dengan alat khusus langsung ke belakang melalui hidung.

Namun demikian, sebenarnya setiap orang pun dapat melihat tonsil-tonsil itu tanpa mempergunakan alat apapun juga. Tonsil-tonsil ini terletak pada tiap-tiap sisi tenggorokan, masing-masing dibalik sebuah lipatan selaput lendir dan dikenal sebagai tonsil tausial. Di balik ludah, juga terdapat suatu jaringan lendir getah bening (tonsil lingual) tetapi tonsil ini biasanya tidak menimbulkan gangguan besar terhadap pernafasan manusia. Pada seorang anak, seluruh jaringan getah bening ini adalah bagian yang penting dari mekanisme pertahanannya yang wajar untuk memerangi infeksi.

Ketika kita menghirup udara melalui jalan-jalan pernafasan di atas, maka udara itu disaring, dihangatkan dan dilembabkan menuju ke paru-paru. Di sana darah menyerap zat asam dari ruang-ruang yang sangat kecil dan mengangkutnya ke jaringan-jaringan organ tubuh yang lainnya. Di sana darah itu memberikan zat asamnya dan di sana zat asam itu dibuang. Kemudian menggantikan ampasnya yaitu karbon dioksida, yang dibawa oleh darah itu kembali ke paru-paru, ketika kita mengeluarkan nafas.

Setiap paru-paru dilingkungi oleh kantong yang berkilau, lembut dan berisi udara yang tertutup rapat (pleura) yang juga terlipat sampai ke dalam dinding dada. Dalam keadaan normal kantong ini tidak berisi udara, sehingga bila kita menghirup nafas dan rongga dada berkembang karena tulang-tulang iga yang bergerak keluar dan gerakan sekat rongga badan ke bawah, hampa udara yang sebagian terjadilah dalam kantong itu. Ini menyebabkan paru-paru itu mengembang dan udarapun terhirup ke dalam ruang-ruang kecil dalam paru-paru. Kemudian bila kita mengeluarkan nafas, otot-otot tulang iga dan sekat rongga badan menjadi lemas, rongga dada mengempis, jaringan paru-paru menguncup dan udara dikeluarkan dari paru-paru bersama-sama dengan ampas (angin buangan) atau karbon dioksida.

Pernafasan dikendalikan oleh pusat otak yang mengatur tarikan nafas dengan cara otomatis tanpa sadar. Hanya kadang-kadang tarikan nafas terjadi dengan sadar ketika kita menyadarinya bahwa kita sedang bernafas. Pada beberapa jenis penyakit pernafasan, pengawasan pernafasan pada otak, atau otot-otot alat bernafasnya tidak berjalan normal sampai mencapai tingkatan bernafas itu dilakukan dengan menggunakan paru-paru besi sampai beberapa waktu.

Bernafas secara normal akan berdampak pada keseimbangan kimiawi yang rumit digambarkan yang ada pada manusia. Antara karbon dioksida dan zat asam dalam darah dan dengan jalan membantu fungsi-fungsi tubuh lainnya sehingga berjalan normal, bernafas normal juga membantu menghilangkan sisa-sisa ampas dari tubuh kita.

Demikian sistem pernafasan dan alat bernafas manusia yang sangat unik. Kita harus menyadarinya ini sebuah nikmat yang tidak ternilai harganya, sebab alat bernafasnya tidak pernah kita beli dan juga udara yang dihirup / oksigen berserakan di alam tanpa harus dibeli pula.
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat. 
Sistem Pernafasan dan Alat Bernapas Manusia
About
Sistem Pernafasan dan Alat Bernapas Manusia - written by Sri Maya , published at 8:55 PM, categorized as Organ Tubuh . And has 0 komentar
0 komentar Add a comment
Bck
Cancel Reply
Copyright ©2013 Muslim Husada by
Some Rights Reserved | Situs Sahabat | Disclaimer | Privacy Police by Harga Mesin