Penyakit Flu, Pilek, dan Batuk

by Sri Maya , at 11:57 PM
Batuk, pilek, sakit tenggorokan dan ingusan sering menyerang anak-anak dan dianggap tidak berbahaya. Meskipun demikian, dalam beberapa kasus, batuk dan pilek merupakan suatu tanda penyakit yang lebih berbahaya seperti pneumonia dan tuberculosis.

Di dunia, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) menjadi penyebab kematian dari 2 juta anak balita pada tahun 2000. Di Indonesia, ISPA merupakan penyebab 36,4 % kematian bayi pada tahun 1992 dan 32,1 % pada tahun 1995, serta penyebab 18,2 % kematian pada balita tahun 1992 dan 38,8 % tahun 1995.

Semua anak perempuan dan laki-laki mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas sehingga infeksi saluran pernafasan dan penyakit lainnya terdiagnosis dengan akurat dan dapat diobati sebelum terlambat.
1. Anak yang batuk atau pilek harus dijaga agar tetap hangat dan diberi makan dan minum yang banyak.
2. Terkadang, batuk dan pilek menjadi pertanda masalah serius. Anak yang nafasnya terengah-engah atau sesak kemungkinan terkena pneumonia, yaitu infeksi pada paru-paru. Penyakit ini berbahaya dan anak yang mengalaminya perlu segera mendapat perawatan di Puskesmas.
3. Keluarga dapat membantu mencegah pnemumonia dengan cara memberikan ASI Eksklusif pada bayi sekurang-kurangnya pada 6 bulan pertama serta memberikan makanan bergizi dan imunisasi lengkap pada anak.
4. Anak yang batuk terus menerus harus segera dibawa ke dokter. Kemungkinan anak terkena tuberculosis, yaitu infeksi pada paru-paru.
5. Anak-anak dan ibu hamil sangat rentan terhadap batuk dan pilek, terutama jika terpapar oleh asap rokok dan asap dapur.

BATUK, PILEK, DAN PENYAKIT YANG LEBIH SERIUS
1. Anak yang batuk atau pilek harus dijaga agar tetap hangat dan diberi makan dan minum yang banyak.
Pesan Pendukung Suhu badan bayi mudah turun. Oleh karena itu, perlu dijaga agar tetap hangat jika mereka batuk atau pilek. Anak-anak yang batuk, pilek, ingusan atau sakit tenggorokan yang nafasnya normal dapat dirawat di rumah dan mungkin sembuh tanpa obat. Mereka harus dijaga agar tetap hangat tetapi tidak berlebihan dan diberi makan dan minum yang banyak. Obat-obatan hanya diberikan atas petunjuk dokter atau petugas kesehatan.
Anak yang demam tinggi sebaiknya dikompres dengan air yang tidak terlalu dingin. Di daerah sebaran malaria, demam dapat merupakan hal yang berbahaya. Oleh karena itu, anak tersebut harus segera diperiksa oleh petugas kesehatan.
Hidung anak yang pilek atau batuk harus sering dibersihkan, terutama sebelum anak makan atau tidur. Udara yang lembab memudahkan pernafasan dan akan sangat membantu bila anak tersebut menghirup hawa dari semangkuk air hangat.
Anak yang masih menyusu dan terkena batuk atau pilek harus tetap diberi ASI. Pemberian ASI membantu memerangi penyakit dan penting bagi pertumbuhan anak. Jika anak tidak dapat menyusu, maka ASI diperas ke dalam mangkuk yang bersih untuk disuapkan nepada anak.
Anak-anak yang tidak diberi ASI harus sering diberi makan atau minum seddikit demi sedikit. Jika sudah sembuh, anak tersebut harus tetap diberi makanan tambahan setiap hari sekurang-kurangnya dalam seminggu. Anak belum dianggap pulih sebelum berat badannya kembali sama seperti sebelum sakit.
Batuk dan pilek mudah menular. Orang yang sedang menderita batuk atau pilek harus menjauhkan diri dari anak-anak. Jika batuk mereka harus menutup mulut dengan sikunya atau tisu dan tidak meludah sembarangan dan mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah penularan.

2. Terkadang, batuk dan pilek menjadi pertanda masalah serius. Anak yang nafasnya terengah-engah atau sesak kemungkinan terkena pneumonia, yaitu infeksi pada paru-paru. Penyakit ini berbahaya dan anak yang mengalaminya perlu segera mendapat perawatan di Puskesmas.
Pesan Pendukung Pada umumnya batuk-batuk, pilek, sakit tenggorokan dan ingusan sembuh tanpa diobati. Tetapi kadang-kadang penyakit tersebut pertanda pneumonia yang memerlukan pemberian antibiotik. Pemberian antibiotik pada anak yang menderita pneumonia harus sesuai dengan petunjuk dokter atau petugas kesehatan. Antibiotik harus diberikan sampai habis kepada anak.
Banyak anak yang terkena pneumonia meninggal karena orang tua atau ibu tidak sadar akan seriusnya penyakit tersebut dan penderita harus segera dibawa ke Puskesmas. Kematian anak karena pneumonia dapat dicegah jika :
· Orang tua dan pengasuh anak memahami bahwa nafas yang terengah-engah dan sesak adalah tanda bahaya dan perlu segera meminta pertolongan petugas kesehatan.
· Orang tua dan pengasuh anak harus tahu kemana minta pertolongan.
· Pelayanan kesehatan dan antibiotik yang harganya terjangkau selalu tersedia.
Anak harus segera dibawa ke Puskesmas atau petugas kesehatan terlatih jika ada tanda-tanda sebagai berikut :
· Anak bernafas lebih cepat dari biasanya
Untuk anak berumur kurang dari 2 bulan : 60 kali per menit atau lebih
Untuk anak umur 2-12 bulan : 50 kali per menit atau lebih
Untuk anak umur 12 bulan sampai 5 tahun : 40 kali per menit atau lebih

· Anak mengalami kesulitan bernafas atau sesak nafas
· Dada bagian bawah tertarik ke dalam pada waktu anak menarik nafas atau tampakpada gerakan perut naik turun
· Anak terserang batuk selama lebih dari dua minggu
· Anak tidak dapat menyusu atau minum
· Anak sering muntah-muntah
Petugas kesehatan harus memberi informasi kepada orang tua dan pengasuh anak tentang risiko kesehatan anak yang terserang pneumonia, cara pencegahan dan pengobatannya.

3. Keluarga dapat membantu mencegah pnemumonia dengan cara memberikan ASI Eksklusif pada bayi sekurang-kurangnya pada 6 bulan pertama serta memberikan makanan bergizi dan imunisasi lengkap pada anak.
Pesan Pendukung Pemberian ASI membantu melindungi bayi dari pneumonia dan penyakit-penyakit lain. Penting sekali memberi hanya ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupan bayi.
Setelah usia 6 bulan anak harus diberi makanan sehat yang bervariasi sambil tetap diberi ASI. Makanan sehat termasuk buah-buahan dan sayuran berdaun hijau serta susu, ikan dan telur. Anak yang mendapat makanan bergizi tidak mudah sakit atau terancam kematian.
Vitamin A membantu melindungi anak terhadap serangan batuk, pilek dan penyakit saluran pernafasan lainnya serta dapat mempercepat penyembuhan. Vitamin A terdapat pada ASI, hati, minyak kelapa, ikan , susu, telur, jeruk dan buah-buahan berwarna kuning serta sayur-sayuran berwarna hijau. Suplemen vitamin A dapat juga diminta di Puskesmas.
Air bersih dan kebersihan dapat mengurangi jumlah penderita infeksi saluran pernafasan dan penyakit lainnya termasuk diare. Buah-buahan dan sayuran perlu dicuci sebelum dihidangkan. Selain itu biasakab mencuci tangan dengan air dan sabun.
Imunisasi harus diberikan secara lengkap sebelum anak berumur 1 tahun. Anak akan mendapat perlindungan dari campak yang dapat menyebabkan pneumonia dan infeksi saluran pernafasan lainnya termasuk batuk rejan dan tuberculosis.
Orang tua dan pengasuh anak harus tahu bahwa anak perempuan dan laki-laki sama-sama perlu mendapat makanan bergizi dan imunisasi. Petugas kesehatan harus memberi informasi kepada orang tua dan pengasuh anak tentang makanna bergizi, kebersihan dan imunisasi guna melindungi diri dari pneumonia dan penyakit lain.

4. Anak yang batuk terus menerus harus segera dibawa ke dokter. Kemungkinan anak terkena tuberculosis, yaitu infeksi pada paru-paru.
Pesan Pendukung Tuberkulosis merupakan penyakit serius yang dapat mematikan anak atau membawa kerusakan pada paru-paru.
Keluarga dapat membantu pencegahan tuberkulosis jika :
· Anak mendapat imunisasi lengkap termasuk BCG yang dapat member perlindungan terhadap tuberkulosis.
· Anak dijauhkan dari siapapun yang menderita tuberkulosis atau betuk dengan batuk berdarah.
Jika petugas kesehatan member pengobatan khusus untuk penderita tuberkulosis, penting sekali memberi obat sesuai anjuran yang ditetapkan. Jika tidak, akan terjadi resistendi terhadap obat yang diberikan sehingga tidak cepat sembuh jika sakit lagi.

5. Anak-anak dan ibu hamil sangat rentan terhadap batuk dan pilek, terutama jika terpapar oleh asap rokok dan asap dapur.
Pesan Pendukung Anak-anak lebih mudah terserang pneumonia dan masalah pernafasan lainnya jika mereka hidup di lingkungan yang tercemar asap. Asap rokok dapar membahayakan anak, bahkan sewaktu mereka masih dalam kandungan. Oleh karena itu, ibu hamil dilarang merokok atau menghirup asap rokok.
Kebiasaan merokok biasanya dimulai pada usia remaja. Jika promosi dan iklan rokok gencar, orang dewasa di sekitarnya merokok dan harga rokok terjangkau, maka kaum remaja cenderung untuk memulai dan terbiasa merokok. Oleh karena itu kaum remaja harus diberi pengertian mengenai bahaya rokok dan didorong untuk tidak ikut merokok.
Perokok pasif menghirup asap rokok yang berada di udara berjam-jam setelah orang lain merokok. Akibat menghirup asap dapat membahayakan saluran pernafasan, terjadilah infeksi saluran pernafasan, asma dan kanker.

Orang tua dan pengasuh anak perlu mengetahui akibat yang membahayakan bagi perokok pasif dan ikut bertanggung jawab terhadap asap rokok yang dihirup anak-anak. Pemerintah dan masyarakat harus bekerjasama member informasi kepada masyarakat bahwa lingkungan yang penuh asap rokok membahayakan perokok pasif utamanya anak.
Penyakit Flu, Pilek, dan Batuk
About
Penyakit Flu, Pilek, dan Batuk - written by Sri Maya , published at 11:57 PM, categorized as Penyakit
Comment disabled
Copyright ©2013 Muslim Husada by
Some Rights Reserved | Situs Sahabat | Disclaimer | Privacy Police by Harga Mesin